KETIKA KAU PERGI (ver2.0)

February 11th, 2007 by hutaki

Ketika kau pergi, terlalu cepat bagiku yang baru menikmati kebersamaan ini.

Ragu menyesak ketika ini berakhir.

Mengapa seperti ini?

Hilangkan rasa dan mimpi.

Aku tersadar dari waktu ini, ketika kau pergi.

Aku menangis setelah tersadar…

Bahwa aku menyayangimu lebih dari yang kubayangkan.

Mencintaimu dari hati.

Penyesalan yang tertinggal membuatku bertanya,

mengapa ini terjadi padaku dan dirimu?

Haruskah kusesalkan kepergianmu?

Aku tak ingin kau pergi, bila semua harus berakhir.

Tapi tetap saja, hanya bayangmu yang tertinggal.

Dirimu semakin jauh…

Aku ingin kau mengerti, aku tidak ingin kau pergi.

Meski harus bertahan…aku memang egois.

Aku tau, tidak mungkin terus begini.

Kuharap kau mengerti…

Waktu yang kulalui sekarang terasa sama,

hampa…pahit…

Ketika esok hari aku terbangun,

aku tersadar dan kembali menangis…

Kau sudah pergi.

Lalu aku kembali bertanya,

untuk selamanya-kah kepergianmu?

Aku kembali tersadar, waktu kapan pun tidak akan sama

Aku tenggelam dalam penyesalan, tanpa tau apa yang kusesalkan.

Bodoh !

Kau sudah membawa pergi hatiku, meninggalkanku kosong dan sendiri

Menangisku mengingatmu…

Padahal aku berusaha untuk tidak menangis

Walaupun aku berusaha, semuanya tampak buruk.

Aku ingat apa yang kau katakan sebelum kau pergi.

Kau berkata bahwa aku tidak boleh membuatmu sedih, dengan terus mengingatmu lalu menangisimu.

Karena kau pun sangat menyayangiku.

Kau juga mengatakan bahwa, diriku adalah sebuah anugrah…

Anugrah yang hanya untukmu.

Memikirkan dirimu, hanya dirimu.

Ketika hanya ada aku dan kamu.

Hanya menginginkan dirimu, membutuhkanmu.

Tapi aku sendiri disini, sulit untuk menemukanmu.

Cinta yang kutemukan dalam dirimulah yang membawaku.

Cintamu yang kurasa semakin dalam terukir didalam batas cintaku.

Tak pernah terpikir untuk menghapusnya.

Aku sangat menyayangimu.

Bisakah aku selalu dalam cintamu?

Kuingin begitu…

Ketika aku mulai memikirkan kembali…

Semuanya tidak seburuk yang kubayangkan.

Aku tetap berdiri disini.

Dengan penuh rasa sayang.

Menantikanmu kembali…

Dan sekarang kamu kembali,

Hanya untukku…

Terima kasih

11 Februari 2007

14 : 00

for Mr. B ‘always’

COFFE FOR TWO (revisi)

February 11th, 2007 by hutaki

COFFE FOR TWO

Pak, ini kopinya, nanti dingin.”, ibu memanggil bapak yang sedang membaca koran paginya yang belum sempat dibaca tadi pagi. Bapak menurunkan korannya sedikit, melirik ibu dari atas kacamatanya yang dipakai sedikit turun di batang hidungnya. “Taruh saja disitu, Bu.”, dan kemudian bapak kembali melanjutkan membaca korannya.

Bara belum pulang, Bu?”, tanya bapak tanpa menyingkirkan korannya. “Belum, sudah sore begini belum pulang juga, kemana ya, Pak?”, wajah ibu sedikit menampakkan kekhawatiran. “Ndak biasanya dia telat pulang sampai hampir mau magrib begini.” Keduanya duduk bersama dalam diam, menikmati sore di depan rumah berdua seperti biasa.

Senja memerah, pohon-pohon kelapa menjadi siluet hitam kemerahan dan sedikit oranye. Dusun itu sepi, sore-sore mau magrib begini orang-orang lebih memilih untuk diam dirumah, menantikan adzan magrib dari surau yang ada di tengah dusun, atau berkumpul bersama keluarga sekedar untuk duduk dan ngopi atau ngteh bareng.

Sesosok anak laki-laki berumur 12 tahun berbadan kecil, kulitnya gelap, kotor dan dekil, keringat meluncur di dahinya. Tampak berjalan mantap sambil menenteng sepatu dan tasnya di satu tangan, wajahnya lelah tetapi sebuah senyum tersungging di bibirnya. Ketika langkahnya sampai di pagar bambu setinggi pinggangnya, dia meraih pintu pagar sederhana itu.

“Assalamualaikum,”, bocah itu memberi salam.

Dari mana, Le? Kok baru pulang sore begini?”, Ibu menyambutnya dengan mengulurkan tangan, bocah itu menyambutnya dan mencium punggung tangannya. Kemudian nyengir, memperlihakan deretan giginya yang kekuningan. “Main bola, Bu”, kemudian dia berdiri di hadapan Bapak yang sudah menurunkan korannya, dia mengambil tangan laki-laki yang hampir paruh baya itu dan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan kepada ibunya. “Tadi diajak sama Tono sama yang lainnya juga. Menang, skornya 3 lawan 1, maen sama anak-anak kampung sebelah. Aku ngegol-in 2 bola lho, Bu!” Ibunya hanya tersenyum.

Bocah itu tidak langsung masuk ke dalam rumah, matanya tertumbuk pada secangkir kopi yang terhidang di meja dengan baunya yang menggelitik hidung. Tangannya maju meraih gelas, “Pak, minta ya!”, setelah menyeruput kopi Bapak kemudian pandangannya beralih ke ibunya, “Ndak buat gorengan ya, Bu?”

Oalah Le…Tanganmu kotor, kebiasaan kamu, Le! Itu kan kopi Bapak belum diminum.”, Ibu dengan pelan mengomelinya, “Sebentar Pak, ibu buatin yang baru.”, baru saja ibu mau beranjak ke dalam, dan Bapak mencegahnya, “Ndak usah Bu, biar berdua saja sama Bara.”, Bapak menurunkan korannya sebentar.

Ibu duduk kembali, “Ya sudah!”

Pak,”, Bara memanggil Bapaknya yang sudah terpekur dengan korannya lagi. Bapak hanya menyambutnya dengan gumaman. “Besok, yang mau ikut seleksi lomba matematika disuruh bawa duit sepuluh ribu.” Bapak hanya menjawabnya dengan gumaman, tanpa menyingkirkan korannya. “Bara pengen menang lagi Pak. Kalo dapet duit, mau beliin Ayu jepit permata sama mau beli tas baru buat Bara sendiri. Tas Bara sudah jebol.”

Azan magrib sayup-sayup terdengar dari arah surau di tengah dusun. Bapak melipat korannya, dan berdiri, “Cepet mandi, sek ke langgar, jamaah disana saja.”, katanya pada Bara. Bapak meraih cangkirnya yang tinggal berisi setengah dan menenggaknya sampai habis. Bara berdiri memungut tas dan sepatunya. “Bu, ndak buat gorengan ya?”

* * *

Mas Bara!”, Ayu mengejarnya keliling rumah, “Balikin iket rambut aku!”, Bara menjulurkan lidahnya sembari menyibakkan tirai yang menjadi penutup pintu dan dengan segera melesat keluar kamar adiknya itu. Ayu mengejar dari belakang dengan tangan terkepal yang teracung ke atas. Rok merahnya terkembang ketika dia berlari. Kamar Ayu langsung menuju ke ruang yang bisa disebut ruang makan untuk keluarga mereka, padahal disitulah mereka sekeluarga menghabiskan waktu di malam hari untuk sekedar duduk dan menonton sinetron bersama.

Bara berputar dua kali mengelilingi meja makan segi empat itu, Ayu mengejar mengikutinya sambil berteriak-teriak kesal. Bara berlari ke ruang depan dan menemukan Bapak sedang memakai sepatu. Bara berhenti berlari dan Ayu menabrak punggungnya. “Lho Pak?”, wajahnya menunjukkan tanda tanya.

Ini baru jam enam, kok udah mau berangkat? Kan kantor Bapak buka jam setegah delapan.”. Ayu menyambar tangan Bara merebut ikat rambut berwarna pinknya. Bara mengambil tempat duduk dihadapan Bapak, menunggu penjelasan. Biasanya Bapak akan berangkat jam setengah tujuh bersamanya dan Ayu. Bapak mengangkat wajahya, wajah tua itu tampak segar karena udara pagi. “Sekarang apel paginya jam tujuh. Yang ndak hadir, bisa dipecat, Le.”, Bapak hanya karyawan kecil di sebuah instansi pemerintah. Bapak berdiri memperhatikan anak laki-lakinya yang berseragam putih abu-abu itu dan tersenyum. “Nanti berangkatnya bareng Ayu ya, jangan ditinggal.”

Bu, Bapak mau berangkat.”, dengan tergopoh-gopoh ibu keluar dari ruang dalam, masih memegang lap tangan, “Lho, sarapannya Pak?”, “Udah, tadi minum kopi.” Bapak mengulurkan tangannya, Ibu meraihnya dan mencium tangannya, dan Bara mengikutinya, “Yu! Bapak mau berangkat nih!”, Bara memanggil Ayu, gadis manis berambut panjang yang dikuncir ekor kuda itu keluar dari kamarnya dan menghampiri Bapaknya, mencium punggug tangannya. “Hati-hati ya, Pak!” pesan ibu.

Bara mendorong Ayu untuk masuk kedalam untuk sarapan. “Bar, itu kopi Bapak masih sisa, tolong dihabiskan ya!”, Bara menoleh dan melihat Bapak tersenyum. Bara pun tersenyum. “Oya, Bar, lomba ilmiahmu kapan to pengumumanya?”, tanya Bapak lagi. “Dua hari lagi Pak, doakan saja saya menang ya, Pak.” Supaya bisa membelikan selendang batik buat ibu, dan kacamata baru buat Bapak. Lanjut Bara dalam hati.

Di ruang dalam, Ayu menyuap sarapannya ke dalam mulut. “Nanti, kalau Mas Bara menang lomba lagi, belikan Ayu tas baru ya! Sama iket rambut juga, yang bagus ya, Mas!”, katanya dengan mulut yang penuh. “Enak aja, ikut lomba sendiri dong! Minta terus….”, Ayu memonyongkan bibirya “Huh, Pelit!”, “Biarin!”, diam-diam Bara tersenyum, Pasti Yu ….

Bara meraih gelas kopi Bapak, kok masih setengah? Bara tidak bisa menanyakan darimana Bapak bisa mendapatkan tenaga untuk bekerja sampai sore karena Bapak sudah berangkat bekerja. Bara mendekatkan bibir gelas ke mulutnya, menyeruput kopi sisa Bapak.

* * *

Apa Bara ndak usah kuliah saja Bu?”, Bara, anak laki-laki itu duduk dilantai, menyenderkan punggungnya pada kaki ibunya dengan manja. Pandagannya lurus ke depan, menonton televisi 14 inch yang sudah ada sejak dia belum lahir. “Biar nanti Ayu saja yang kuliah, Bara akan cari kerja supaya bisa bantu Bapak. Nanti Bara akan minta tolong teman untuk membantu mencarikan pekerjaan, katanya ada Bu.”, lanjutnya sambil menoleh ke arah ibunya yang duduk dikursi. Ibu meliriknya, tangannya berhenti sebentar dari kegiatan menyulamnya. Ibu tersenyum.

Yakin kamu, Le?”, Ibu tersenyum dan melanjutkan sulamannya. Sulaman mawar pada sehelai kain berwarna merah jambu, kata ibu untuk gorden dikamar Ayu, biar cantik katanya.

Habis mau gimana lagi Bu?”, Bara menghela napas. Memang dia mendapatkan beasiswa dari beberapa perguruan tinggi, tetapi itu hanya biaya masuknya saja, tidak yang lain-lain. Sedangkan perguruan tinggi itu semua ada diluar kota, jauh dari kampung Bara. Kalau Bara mengambilnya, masih harus ngontrak atau ngekos, belum biaya hidup sehari-hari. Belum menjalaninya saja Bara sudah pusing. Iya, karena Bara tidak mau lagi merepotkan Bapak yang sudah semakin tua, sebentar lagi pensiun. “Bara sih mau Bu kuliah, tapi Bapak…” Bara tidak melanjutkan kalimatnya. Bara ingin membiayai kuliahnya, sambil bekerja sambil kuliah. Tapi, Bapak tidak mengizinkannya bekerja sambil kuliah. “Kalau mau kuliah ya kuliah!”, begitu kata Bapak waktu itu.

Ayu keluar dari kamarnya, ditangannya menggenggam sebuah buku yang dilipat, “Mas…”. “Hmm..” Bara menyahut tanpa memalingkan pandangannya dari televisi. “Ajarin pe-er IPA-ku dong… Ayu ndak ngerti Mas…Susah…”, katanya memelas sambil mendekati Bara dan duduk disebelahnya. “Udah baca bukunya belom Yu?”, kata Ibu, Ayu menggeleng. “Malas. Tebal. Ayu ndak ngerti. Kalo diajarin Mas Bara baru nyambung Ayu, Bu!”.

Halah…Itu sih kamunya yang males baca buku,”, sambung Bara, “Ayu sih, emang gitu Bu, susah…”, lanjut Bara lagi. Muka Ayu berubah, bibirnya maju sedikit, “Ayu kan ndak sebego itu Mas…”, kemudian dia merapikan buku-buku yang sudah mulai dibukanya tadi. “Bilang aja Mas Bara ndak mau ngajarin Ayu!”, Ayu sudah akan berdiri ketika Bara menarik bukunya.

“Mana, mana, sini tak ajarin biar kamu pinteeeeerrrrrrrrrr…..”, kata Bara. Ayu tersenyum. “Gitu dooooonnngggg….!!”, Ayu duduk disebelah Bara dengan menopangkan dagunya pada tangan siap mendengarkan penjelasan Bara.

Assalamu’alaikum,”, suara Bapak terdengar dari depan rumah. “Bapak pulang tuh! Bukain pintu sana!”, Bara menyenggol lengan Ayu yang digunakan untuk menyangga dagunya, dan seketika Ayu tersentak. Ayu bersungut-sungut sambil berdiri dan berjalan ke arah depan. Ibu bangkit ke belakang, membuatkan kopi untuk Bapak.

Bapak muncul di ruang tengah yang fungsinya sekaligus sebagai ruang keluarga dan ruang makan. “Lagi apa Le?”, Bapak menarik salah satu kursi di meja makan, Bara meraih tangan Bapak dan menciumnya. “Ini, ngajari Ayu IPA.”, katanya. Ibu muncul dari dapur, di tangannya ada sebuah nampan dan dua gelas kopi, untuk Bapak dan Bara, dan dua gelas teh untuk Ayu dan dirinya sendiri. “Makasih Bu.” kata Bapak.

Bar, kamu… Kamu mau kuliah apa ndak?”, Bapak bertanya padanya. Bara meletakkan pensil yang dipegangnya dan memutar duduknya. “Pak, kalau Bara maunya kuliah, tapi Bara juga mau kerja, tapi Bapak bilang ndak boleh. Jadi, Bara kerja sajalah Pak!”. Ayu memperhatikan kedua laki-laki di hadapannya. Topik Mas Bara kuliah sudah sejak lama didebatkan, sudah sejak Mas Bara naik kelas dua. Tapi Mas Bara tidak mau merepotkan Bapak, Mas Bara mau membiayai kuliahnya sendiri.

Dan sekarang, hanya tinggal dua bulan kurang dari ujian nasional. Kelulusan Mas Bara sebentar lagi, tapi belum ada keputusan pasti. Sebelumnya Ayu sudah sangat tahu kalau Bapak ingin Mas Bara kuliah, tetapi hanya kuliah, tidak sambil bekerja. Ayu memperhatikan Bapak yang termenung, sebelah tangannya diletakkan di meja dan sebelahnya bergantung lelah di sebelah kakinya. Bapak sedang berpikir. Bara sudah kembali pada posisi semula dan melanjutkan mengajari Ayu.

Tapi kamu mau kuliah, Le?”, Bapak bertanya. Bara tidak menjawab. Iya. Mas Bara pasti pengen banget kuliah, temen-temennya saja pada kuliah kok! Ayu berkata dalam hati. Bapak juga tahu, diamnya Bara pertanda iya. “Kok kamu diem saja Le?”, tanya Ibu. “Mbok ya dijawab kalau kamu pengen kuliah.” Duh, Ibu ini… Bara tersenyum pada Ibunya itu. “Kopinya Le, nanti dingin. Bapak juga, diminum.”, Ibu mengulurkan gelas pada Bapak. Bapak menyambutnya dan menyeruput sedikit. Ayu mengambil gelas tehnya. Bara masih ditempatnya, berkutat dengan buku Ayu.

Bar, kamu bisa selesai kuliah tepat waktu?”, tanya Bapak. Bara tidak menjawab. “Kalau kamu bisa selesai tepat waktu, Bapak sih ngikut sama kamu saja. Terserah kamu mau gimana.”, lanjut Bapak dengan lembut. “Bapak pengen liat kamu jadi sarjana yang bener, yang pinter, yang sukses, bisa Bar?”, lanjutnya lagi. Bara membalik badannya, berlutut menghadapi meja, dan mengambil gelas kopi. Gelas kopi Bapak. Bara janji, Pak…

***

Bara dan Bapak duduk dihadapan Ayu dan teman laki-lakinya yang dibawanya ke rumah. Bara memperhatikan bergantian, adiknya Ayu dan laki-laki yang duduk di sebelahnya. Kamu masih muda, Yu. Pikirnya lirih. “Kamu mau kasih makan apa adikku ini?”, Bara bertanya dengan tajam. “Dia baru 17 tahun, masih kelas dua SMA, sebentar lagi kenaikan kelas tiga dan ujian. Belum lagi masih harus melanjutkan kuliah.” Bara menoleh kearah Bapak meminta dukungan.

Bapak sedang memperhatikan Ayu dengan seksama, memperhatikan anak gadisnya yang sekarang berkerudung itu. Wajah Ayu yang manis tertunduk mendengarkan kata-kata Bara. Ibu keluar membawakan secangkir teh untuk tamunya, dan segelas kopi untuk Bapak. Kemudian berjalan memutar dan duduk di samping Ayu dan menggengam tangannya.

“Saya tahu Mas. Tetapi apa salahnya Mas? Mas tentunya sudah tahu saya sudah bekerja walaupun masih kuliah. Dan saya sanggup untuk memenuhi kebutuhan Ayu, Mas.”, laki-laki berusaha menyakinkan Bara. “Iya, pake’ uang bapak ibumu? Gitu maksudnya?”.

Mas!”, Ayu angkat bicara, “Mas Surya kan sudah menjelaskan. Walau keluarganya berkecukupan, tetapi dia sudah mandiri dan bekerja. Ayu kira Mas akan mengerti maksud Mas Surya, Mas Surya kan teman kuliah Mas Bara juga.” Bara melotot ke arah adiknya, ingin sekali dia memarahi adiknya satu-satunya itu. Dia sangat mengerti keadaan Surya, pintar, berkecukupan, mandiri, sudah bekerja, dan cakap. Tetapi, Ayu masih terlalu kecil untuk menikah sekarang, Bara menginginkan Ayu kuliah dan meraih gelar sarjana.”Kamu, berani sama Mas?” katanya dengan emosi tertahan.

“Bukan begitu Mas. Maksud Ayu, toh Mas kan sudah tahu Mas Surya seperti apa, dulu juga Mas Bara yang mengijinkan Mas Surya untuk mendekati aku.”, kata Ayu berapi-api. “Lagian, selama ini kan Mas Surya membantu Mas Bara mencarikan pekerjaan Mas yang sekarang, kami juga menikah untuk menghindari zi…”

“Cukup!”,

Bara membentaknya. Bara tidak mengira adik kecilnya sudah berani membantahnya. Baru saja dia kan mengeluarkan kata-kata lagi ketika Bapak memegang lengannya. Bara menoleh, dan mendapati pandangan mata Bapak yang menusuk kepadanya. Ayu tertunduk lagi, meredam emosinya yang meluap-luap kepada mas-nya satu-satunya itu. Perbedaan usia yang terpaut tujuh tahun membuat Bara terlalu melindungi Ayu.

Surya menatap Ayu. Kemudian menatap Bapak dan berkata, “Pak, saya mohon Bapak mengerti keinginan kami dan niat baik kami. Bapak sekeluarga juga sudah mengenal keluarga saya dengan baik. Orang tua saya juga mendukung dan suka sama Ayu. Saya mohon Bapak bisa mengijinkan saya untuk melamar dan menikahi Ayu.”, katanya mantap.

Ibu menatap bergantian ke arah anak perempuannya, anak laki-laki tertuanya kemudian suaminya. Dia menatapnya lama. Air muka suaminya tenang, Ibu yakin di dalam hatinya Bapak punya keputusan yang bijak untuk masalah ini. Bapak yang sedari tadi hanya diam mendengarkan perdebatan kedua putra-putrinya angkat bicara. “Bapak tidak akan melarang siapapun untuk melakukan apa yang menurutnya baik untuk dirinya sendiri selama itu tidak merugikan orang disekitarnya.”

Bapak sangat mengerti kemauan dan alasan-alasan Bara yang tidak menginginkan Ayu untuk menikah sekarang. Bapak tahu, Bara menginginkan Ayu untuk menjadi sarjana dulu sebelum menikah supaya tidak tertinggal dengan kemajuan zaman.” Bapak tersenyum

Sedangkan Bapak berpikir bahwa alasan Ayu pun tidak ada yang salah. Nak Surya, Bapak tidak keberatan kalau kamu mau menikahi Ayu.”, Ayu mengangkat kepala medengarnya, memandang Surya sekilas kemudian memandang Bapak. Sedangkan Bara, dia menoleh dengan pandangan penuh tanya ke arah Bapak.Tidak mengerti.

Bapak meraih gelas kopinya, “Tetapi,”, meminum sedikit kopinya, panas, Bapak meniup perlahan dan meminumnya lagi sedikit. “Bapak perlu bicara dulu dengan Ayahmu dan Ibumu.” Ayu dan Surya lega mendengar kata-kata Bapak barusan.

Tapi, Pak…”, Bara akan mengeluarkan argumennya lagi, tetapi Bapak sudah menyodorkan gelas kopinya kepada Bara. “Kamu mau, Bar?”, Bara kehilangan kata-katanya ketika melihat wajah Bapak yang tenang dan matanya yang bijaksana. “Kalau kamu mau, cepetan cari istri untuk dirimu sendiri. Biar tidak kalah sama Ayu.” Kata Bapak sambil tersenyum. Ayu nyengir “Iya Mas, Inget umur…”. Bara mendelik ke arah Ayu, tangannya meraih gelas yang disodorkan Bapak, dan meminum sedikit isinya.

* * *

MABUK, SUPIR TRUK MENABRAK MOBIL PENGANTIN

Kemarin terjadi sebuah kecelakaan antara truk pengangkut sayuran dengan sebuah sedan. Adalah korban beserta istri, Bara Putra Pratama, kepala redaktur sebuah koran terkemuka di daerahnya baru saja melangsungkan pernikahan. Diduga supir truk menyetir dalam keadaan mabuk dan setengah sadar. Korban yang menyetir sendiri mobil pengantinnya tidak dapat mengelak ketika truk berkecepatan tinggi dari arah yang berlawanan itu keluar dari jalurnya. Korban beserta istri meninggal di tempat. Kepolisian daerah…..

Senja merah indah menghiasi sore itu seperti biasa. Biasanya Bapak akan menikmatinya sambil membaca koran dan menyeruput gelas kopinya. Tapi kali ini tidak, Bapak terpekur sendirian di beranda rumah, menatap jauh ke arah senja yang merah itu.

Pak, “, Bapak tersentak dari lamunannya, Ayu tersenyum kepada Bapak. Tangannya sibuk meletakkan gelas kopi Bapak di meja beranda. “Yu,”, Bapak membenarkan posisi duduknya yang agak merosot. “Ibumu mana, Yu?”. Ayu duduk di kursi yang satu lagi, “Sedang memandikan Bayu dibelakang.”, Bapak tampak mengangguk-angguk.

Suamimu apa kabar, Yu? Apa dia ndak keberatan kamu sering kemari?”, Ayu menggeleng, “Kata Mas Surya biar Bayu nemenin Ibu yang masih suka keinget Mas Bara Pak. Kasian ibu menangis terus.”

Sudah sebulan, Pak,” kata Ayu, “sejak Mas Bara ndak ada, rumah kerasa kosong sekali ya, Pak.” Bapak diam. “Dulu, waktu kita masih kecil, Mas Bara selalu buat aku nangis ya, Pak. Mas Bara selalu jahil sama aku. Tapi dia baik, suka sekali membelikan aku jepit dengan uang jajannya, atau memukuli anak-anak lain yang mengganggu Ayu ya, Pak. Mas Bara pintar sekali Pak, Ayu terus saja iri karena tidak bisa sepintar Mas Bara. Dulu Ayu pernah nyumputin piala Mas Bara, tapi dia ndak marah sama Ayu.

Mas Bara selalu menjaga Ayu, juga Ibu. Mas Bara suka nemenin Ibu belaja ke pasar, atau sekedar nganter ibu ke warung di kampung sebelah. Mas Bara juga ndak pernah lupa membelikan kain batik kesukaan Ibu kalo dia tugas keluar kota. Dulu waktu Ayu menikah, Mas Bara cemberut terus-terusan selama tiga hari. Dan tiga tahun lalu, ketika Bayu lahir, dia gembira sekali seakan-akan yang lahir anaknya. Mas Bara selalu berusaha membuat Ayu dan Ibu senang. Itu sebabnya Bapak ndak pernah marah sama Mas Bara.”, kemudian Ayu terdiam, sebulir air mata jatuh ke pipinya. Dengan cepat dia menghapusnya kemudian berdiri dan masuk kedalam rumah, “Ayu masuk dulu, Pak.”

Senja makin merah menghias indah sore itu seperti biasa. Biasanya Bapak akan menikmatinya sambil membaca koran dan menyeruput gelas kopinya. Tapi kali ini tidak, Bapak terpekur sendirian di beranda rumah, menatap jauh ke arah senja yang semakin merah itu. Matanya basah, Bapak melepas kacamatanya dan memijit-mijit batang hidungnya.

Darimana Le?”, laki-laki itu menurunkan korannya.

Main Bola, Pak!”, anak laki-laki itu duduk di teras rumahnya bersama seorang laki-laki paruh baya.“Oya, Pak, kemarin lomba di kabupaten menang, dapet piala sama duit, trus mau lomba lagi di kotamadya minggu depan. Doakan menang ya, Pak!”, keringatnya membanjiri seluruh tubuhnya. Dia melap wajahnyanya dengan lengannya yang juga banjir keringat. Hidungnya mengerut tiba-tiba. Kemudian matanya tertuju pada segelas kopi di meja. Tangan kotornya meraih gelas itu, “Minta ya Pak!”, dan dia meminumnya sampai habis.

Ih, Mas bau!”, adiknya yang keluar untuk menyambut kakaknya itu spontan menutup hidung. Dia berdiri, “Hayo sini, Mas kasih keringet!”, dan dia mengejar adiknya itu ke alam. Laki-laki itu tersenyum, memandang ke arah senja yang memerah dan melanjutkan membaca korannya.

Jatinangor, 21 Desember 2006

(Revisi) Bandar Lampung, 28 Januari 2007

nb : masukannya ya…^^;

solo-madiun-semarang(?)

December 26th, 2006 by hutaki

26 Desember 2006

yah,,,setelah perjuangan di malam minggu (tenang) itu,,here i am, madiun city*not indonesia city,,,hihihi,,,* desa pule tempat bude dan pakde,,,

menghabiskan waktu (separuh) libur minggu tenang yang tadinya pengen buat belajar,wakakaakakaka,,,*bullshit abis yak bilang maw belajar*

berangkat tanggal 24 setelah praktikm di salman dan makan pizza hut traktiran yuki. dapet temen seperjalanan yang gak banget karena SKSD sekali dia!menyebalkan,,,kutinggal tidur saja dia,,hehh,,*maaph ya mas2 yang duduk ama akuw*

tanggal 25 dini hari nyampe di tirto nadi dijemput papih sama om kus,,nyampe rumah ketemu bulek nur, trus masuk keruang dalem melihat adik dan sepupu2ku yang tidur begitu aja di lantai beralaskan tidak,,eh salah, tidur beralaskan tikar di lantai. lasak! ga beraturan,,,dan kutendang saja kai adikku yang menghalangi jalan, tidak berespon,,,matikah?tidurkah?hahahahaha,,idup kok, nie lagi sama aku sekarang,,,

cuci muka dan tiduran sbentar, sebentar?ga salah?lama kali,,bangunnya jam 7an kok,ketemu sama sepupuku yang beru ditemui saat itu, pagi itu, seorang dokter sebut saja dia mas heru *karena memang itu namanya heru susilo* sepupu yang tidak pernah bertemu sbelumnya, hahahaha,,lucu,,ketemu kok sudah gadis dan hampir maw nikah,,,

*jadi ingat kata ibu ketika aku pasang behel ketika aku bilang gigi susuku masih ada yang tertinggal, masih punya gigi susu kok minta kawin!* tenang,,yang sudah maw nikah adalah mas heru, bukan saya,,*saya juga maw siy, tapi belum memungkinkan*

ketemu mbah kakung, yang oh tidak, lupa sama saya!*secara umurnya hampir 101* parah,,,hix,,jadi sedih, pengen nangis,,tapi ndak papa, udah inget lagi kok,,duduk di dipan keasayanggannya dengan kasur melempes, menyentuh dipan, menghisap rokok *padahal baru bangun* yang diberi mas heru,,,*arrrggghhh,,,dudulz, dokter kok ngerokok* Mbah cuma bisa komentar, rokok’e mantep, cilik tapi mantep. mungkin ini bia dibilang pertemuan akhi ya, kalo mbah atau saya berumur panjang, insya allah ketemu lagi,,,

*makana dibela-belainke solo,,,*

siangan dikit langsung berangkat ke madiun, dan nginep yang tadinya cuma maw semalem jadi dua malem, nie udah melem kedua.

senang deh, refreshing, nemu barang bagus dengan harga miring, pajangan snoopy, lucu deh, cuma 8000 aja~!=)

oya, kenalan sama calon manten nya mas heru, mbak neni yang cuma beda dua tahun sama aku, cuaaaaaaaaaaaaannnntiiiiiikkkk tenan rek! dan dikenalin juga sama mantan2nya lewat poto,,,emang dasar dudulz,,cuzntik2 banget lho,,,nilainya 8 ke ats semua deh,,,padahal mas heru item lho,,tapi,,pinterre rek!

trus kenalan juga sama calon manten yang ntar tanggal 15 nikah,,mbak tyas*ponakanku* sama mas doni yang ternyata oh ternyata tu ya,,,seniornya mas burhan (TN angkatan 7), mampus dah,,,hehehehehe,,,meluas aja tuh peredaran ikastara,,heheheeh,,,

apalagi ya??

oya, tugasku udah dikuMpul belum ya sama sari?kontrol sama dokter dicky gmana ya?trus gmana duonk,,GA JADI KE SEMARANG!!!!!!!mana sempet ribut lagi,,,huuuuuhhhh,,,bete banget deh,,,gak pernah sinkron,,apa bukan jodohnya ya??*ups,,* AKU GAK MAU KALO MPE BEGITU!!!

udah ah capek,,,besok pulang ke solo, trus sorenya ke tirtonadi lagi langsung ke bandung,,,

22 des 2006,minggu tenang,,,

December 26th, 2006 by hutaki

minggu tenang,,,tumben nih minggu tenang,,,

biaanya tuh kagak ade di psikologi minggu tenang buat ujian.tetep, ada ato gak juga gak bakal pulang kok.biasanya diem dikosan belajar,,,seringnya sih diem dikosan niat belajar berakhir dengan jalan2 or tidur,,,heheheh,,,dan minggu tenang kali ini, tawranmenggiurkan datang,,,dipanggil ke solo dan madiun buat ngunjungin famili,,,,,,,,,,,,hueeeeeeeeeee, solo,,,,im coming!!!,,,

minggu tenang kali ni gak tenang dah!soalnya minggu tenang yang idbuka dengan MM,,,hahahaha,,,muaaph yak rekan2 sejawat di BKO fapsi,,hihhihihi,,,ikut MM hari pertama pas hari jumat pulang jam 10an malem,,,capeee deh,,MM besoknya gak ikut, males bow,,,ngerjain tugas ahirnya sama anak2 buat tugas uasnya pd7.

minggu tenang yang dibuka dengan MM, berlanjut dengan begdaangan ngerjain tugas yang dikebut sekebut-kebutnya, mencapai kecepatan 99 km/ jam, kenapa ? karena masih sempet disambi dengan nonton lord of the ring di trans, di malam minggu yang dingin *alah!* sorenya kedatanagan tamu yang tidak bisa terjangkau karena harus menyelesaikan tugas,,,*maaph ya elen,,,*

untung pauli sama pd 7 interview praktikum udah beres dan udah dikumpulin,,,jadi kan tinggal tiga laporan lagi to?pd7 tugas uas akhir udah dibuat sabtu sore bersama teman2, konsep udah tinggal buat pertanyaan, trus abnormal yang tinggal dikit lgi plus ngedit-ngeditnya yang wueh,,,banyak banget dah pokoknya,,,,

terakhir, kelly oh kelly,,,mengapa oh mengapa,,,yang dikira susah tu ternyata bisa dikerjakan dengan waktu hanya satu jam!!!tu lah kebiasaan gak mau nyoba segala sesuatu yang terlihat susah dan payah,,,padahal gak sesusah atau pun sepayah apa yang terlihat!huuufff,,,,padahal udah minta sama anak2 yang lain buat ngerjain bahkan rela ditukar dengan laporan pauli mereka yang akan dengan suka rela juga kukerjakan kalo mereka maw nbuatin kelly ku,,,

trus baru beres tu jam 3, yang ahirnya kuputuskan tidak tidur berhubung jam 6 nya udah kumpul untuk ke salman observ dan interview terakhir untuk tugas pd7 + belum nge pak baju maw ke solo,,,*yeeiii,,,*

tapi demi badan dan tubuh *sama ajah ni mah* aku rela tidur hanya setengah jam, mengistirahatkan mata. tuh kan,,,berasa MM juga,,,hahahahah,,,!

yah,,,hikmah itu selalu ada, dan hikmah yang dateng kali ini gak pernah bosen untukterus dateng disaat sperti ini,,,JANGAN PERNAH NUNDA TUGAS KALO GAK MAU BERAKHIR MENGENASKAN DENGAN TIDAK TIDUR,,,,hix hix hix,,,,

behel oh behel,,,

December 26th, 2006 by hutaki

sebenernya seeehhh,,,udah tiga minggu pasang nie behel,,,*poto menyusul*

huahahahaha,,,ahirnya berani pasang behel tuh ya setelah 6 taun lebih selalu menghindari dokter gigi!!! huahahahaha,,,kasian deh akuw,,,yang seharusnya dulu bisa pake behel yang lepasan, eh sekarang kudu musti harus yang permanen, dengan prediksi dua tahun!oh tidak,,,,

ga ada masalah kronis siy,,,kasus kelas satu kok, graham depan yang terlalu maju menyebabkan kekronisan kadar khawatir dari orang tua yang takut anak perempuan satu2nya ini jadi ginong!hahaha,,,trus diagnosanya tu ya, gigi susu nya masih ada, giginya masih kecil2 pada baru tumbuh, pokoknya inti nya mah kata ibu "masih banyak gigi susunya kok udah minta kawin tu gimana tho mbak??"

ditambah lagi calon psikolog yang kerjanya bakal ketemu banyak orang dan memakai mlut sebagai jurus utama dalam menhadapi klien!OH TIDAK,,,

heheheh,,

tapi,ternyata oh ternyata, setelah bolak balik ke RSG Padjadjaran yang nun jauh di pedalaman sekaloa, ketemu sama dokter dicky harun *yang mirip bow sama bokap anee pas mudana cuma versi agak ndut!!* dan ke klinik pribadinya di ujung berung, lebih deket boo sama kosan,,,heuheuheuheue,,,

setelah konsul pertama, dan disuruh ke pramita klinik, *klinik apa hotel seeeecchhh???kereeeeeennnnnnnn,,,,suuugooiii~~~~* dan rontgen lagi, ahirnya minggu depannya, ditemanin nurul, dengan menguatkan hati jiwa dan raga, brangkatlah ke dokter dicky,,,

fiuh,,,capeeeeee boooo,,,,satu jaman deh tuh mulut dibuka paksa dengan alat penahan ntah apa namanya,,amPe ludah ane berasa kering banget gt deh!!hueeeeeeeeeeee,,,

beres pasang breket * ga tau tulisannya gimanah!*, psang kawatnya, trus pasang karet warna warni pink kuning ijo.huahahahahaha,,,,,rameee boooooo,,,,

dari situ penderitaan dimulai,,,hahahah seminggu kagak bisa makan, gmene gak? nutup mulut, gigi benturan aja udah langsung senyerian,,,hix!

trus,,,minggu depan nya kontrol lagi, sendirian yang tadinya akan ditemanin sama ame gila yang membatalkan janji sepihak dan ahirnya mentelantarkan aku sendiri dan baru ngecek pas udah nyampe kosan lagi! dasar temen yang tidak bertanggung jawab!!!hix,,,

ganti karet jadi biru,,,hihihhi,,,nie tahapnya nyeri yang lewat dan sariawan yang dateng,,,gila booo,,,sariawan ane, segede gede apa gt, berasa bibir mpe robek dah!hahahaha,,,pae abotil kagak mempan, ahirnya diputuskan makan vitamin C dan minum es jeruk, sembuh!hahahahah,,,pengobatan tradisional emng bermanfaat.

trus sekarang berhubung sedang di luar kota, harusnya besok kontrol (27/12) jadi palingan besoknya atau besoknya lagi,,,tahapnya adalah sudah tidak merasakan apa-apa tapi masih sedikit2 sariawan,dan repot sama makanan yang terus2an nyelip.hix hix hix hix hix!!!

problem yang sekarang :

1. sariawan kecil tapi beh,,,

2. breketnya ada yang lepas,,,hahahah dodol banget udah dari lima hari yang lalu lagi!>>gara2 kripik, lepas, buat sariawan de!

3. kemaren pas lagi MM tengah tahun karet yang tas lepas, untung gak ketelen.

4. kawat yang diujung dalem gigi menusuk2 merobek bibir bagian dalem,,,hix hix hix hix hix!!

harus ke dokter immediately!!!

121106 : KAMBING, IJAB QOBUL, GUNUNG, DAN JEMPOL

November 13th, 2006 by hutaki

judul blog yang,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,*yang maw kasih komen, ketik ini dulu di awalnya*

03.30 am

hari minggu pagi terbangun,,,*lagi2 bangun lebih dulu dari sayangku yang janji mbangunin dan gak mau kalah bangun pagi duluan* dengan pikiran yang masih *aku ngantuk* mengawang,,,,,hari ini mau ngapain ya???oya,,,tangkuban prahu,,,nyeduh aer panas pake dispenser trus ngerendem telor *kedua kalinya, sekalinya semalemnya* untuk bekal makan siang di tempat piknik hari ini,,,,trus,,,tiduran lagi mpe jam 4 *sayangkue telpon dan aku bilang baru bangun,,,maaf,,,*=P trus,,,begerak lagi meraih mie instan goreng jumbo, masak mie buat temenya si telor seduh *bukan rebus*, trus,,,liat sekeliling,,,kok kotor banget ya??? berdiri ke kemar mansi dan ngisi ember,,,ngepel deh!!! Selesai ngepel,,,subuh,,,trus,,,mandi elap2 handuk basah *cant stand with the air and water* ganti baju, dan ngidupin TV,,,reportase pagi seperti biasanya disambi sarapan subuh telor setengah mateng *yang diseduh tadi* sama segelag susu tanpa gula,,,berita yang paling aku ingat pagi itu,,,"suatu desa di jawa tengah (aku lupa namana) mengalami kejadian aneh, 9KAMBING di desa itu mati mengenaskan dan keadaan tidak wajar, bangkainya tercecer di sepanjang jalan desa, kulitnya terkoyak, tidak ada darah yang tercecer, daging mereka utuh dan darah kambing2 itu mengering di dalam nya" hhhhiiiiiiiiiiiiiiiii~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

pesan sponsor :kalo ada yang ntn reportase pagi itu dan ingat nama daerahnya, kasi tau saya yah,,,

06.55 am

kampus DU pendopo, graha dan masjid yang disetting sedemikian rupa,,,ada yang mau nikah pagi itu rupanya,,,huuumm,,,,amazing,,,*waiting for my wedd ofcourse* melihat sosok hitam di samping masjid, RIZAL!pelakon utama hari itu,,,*ya iyalah,,,dia yang ngajak ke tangkuban*

aku dan HESTI *streetmate, classmate, friendsmate, dan apapun itu yang belakangnya mate kecuali soulmate* mendekatinya diam2 maw ngagetin tadina tapi karena kita mengikik*kuda kaleee,,,,* dianya nengok duluan,,,hehehehh,,,,

hay2an dan ngobrol sebentar,,,trus dateng lagi dua makhluk hawa, LATRI, yang duluan, pink sama kayak aku dan HESTI, bawaannya dikit banget!!! trus,,TRISA, ijo, keketh always,,,hihihihihihi,,,,,ngemil KUKIZEREAL yang emang enak banget dan kateawa lagi yang liat TRISA makan dengan agalk susah payah lantaran giginya dibehel *tiba waktunya nanti akau poun begitu TxT*

trs aku dan HESTI ijin maw sarapan, makan dulu deh di tempat pecel telor langganan,,,kabita liat dia makan ahirnya aku ikutan makan!telor juga,,,tapi nasi sama tempenya dimasukin tempat bekal yang isinya mie goreng.

balik ke pendopo, ADAM kedua hari itu YUNAR, udah nongkrong dengan manis di sebelah,,,*lupa!* trus,,,,ternyata manten cewe nya udah dateng,,,dan tiba2 hati ini,,eh jantung makskutnya,,,jadi berdebar2 gak karuan,,apalagi pas laiat mobil manten cowo nya dateng plus pager bagusnya yang *basar maupun kecil* guanteng2 banget,,,yang mbuat HESTI berujar "dek, dek, maw gak nungguin 10 taun lagi,,,???" hahahahaha *berujar tentunya hanya kepada pelakon hari itu,,,

stelah mencari pelakon tambahan *telpon dan sms anak kerabat lain* dan tidak menemukannya,,,jam 8 pas, akad nikah mau dimulai, berangkatlah kita ke tangkuban perahu naek angkot,,,pertama naek ke ,,,,,*lupa* trus disambung naek mobil ke ledeng,,,mpe ledeng nyewa engkel langsung masuk ke tmpat yang dituju,,,,TANGKUBAN PERAHU,,,

09.30

nyampe di TANGKUBAN PERAHU,,,dingin tapi masih mbuat aku gak mau pake jaket,,,terlalu enak untuk terus merasakan sensasi dinginnya. pertanyaan pertama ang keluar adalah"TRUS GUNUNGNYA DISEBELAH MANA????", meluncur dari mulutku dengan indahnya,,,,semua bengong trus pada ketawa,,,*ngetawain aku deh,,,* entah siapa yang inisiatip jawab,,,*lupa* "KITA DIATAS GUNUNG LHO,,,DIPUNCAKNYA TANGKUBAN,,," dan bengonglah aku,,,dan dengan rasa bersalah NOL BESAR, trus nyengir *mpelihatkan barisan gigiku yang tdk bgt rata* "hehehehehe,,,,IYA YAH,,,," doooooooooeeeeeeeeeeennnnnnnnggggggggg!!!!

it’s a mess,,,,hehehhehehe

trus,,,,setelah poto2 di atas menara,,,*sumpah keren banget,,,subang dan bandung keliatan dari kejauhan,,,kereeeeennnnnnnnnn!!sugoooiii!!!!!* dan nunnguin salah satu hawa ke WC kita melanjutkan perjalanan mengitari kawah ratu,,,menuju kawah yang gede atunya lagi,,*ga tau namanya* berjalan perlahan,,,dan berpoto2 ria,,,*narsiss,,,* salah satu percakapan yang terjadi adalah,,

aku lupa siapa : "kok pake sendal sih?celananya putih lagih,,,"

aku : senym doank,,,kan piknik,,,pikirku,,,

HESTI : "iya, jadi tadi dibis juga uda ditanyain,,,gak salah tuh kamu pake sendal? ini nih kayak maw ke mall kan ya!sendal jepit, celana jins putih, kaos pink garis2 baru lagi,,,*OMG!* hihihihi"

aku : senyum lagi,,,

aku lupa siapa (2) : "heheheh,,,,kita kan ke gunung,,,bukan mall"

aku :,,,,,,,,,,,,siiinnnn,,,,mulai ngerasa gak enak,,,tapi tetep senyum,,,

dan perjalanan terus berlanjut di jalan yang emang dibuat untuk ngiterin tu kawah,,,

10.30

nyampe di tempat terbuka,,,landai yang jadi batas kawah ratu sama kawah yang atunya lagih,,,anginnya menderu,,, awan berarak,,,want to fly,,,,and i was almost flying,,, heheheheheh *kurus!!!* poto2 dulu,,,keker2 dulu pake binocularnya RIZAL, liat2 kawah ratu yang berasap dan liat2 ke kawah atunya yang banyak batu tersusun menjadi sebuah nama atau apapun itu.

trus inisiatif siapa ntah lupa,,,ponco HESTI ynag masih sangat baru *baca :jarang dipakai* dipake buat alas duduk, dan RIZAL berpendapat tidak perlu ngeluarin ponco tambahannya,,,hihihihihih,,,,duduklah kita diatas ponco itu,,,,dan memulai rapat,,,HESTI ngeluarin makanan *yang aku tunggu2* NUTRIJELL MELON *yang aku buwat dikosan HESTI*, RIZAL buka rapat, yanglain fokus ke jelly,,,hihihihihi,,,,dan ahrnya RIZAL menyerah ikutan ke jelly,,, setelah satu lunch box abiz,,,baru deh rapat dimulai,,,informil,,,*lupa detilnya* intinya,,,"KERABAT JADINYA KOMUNITAS YANG SIAPA AJA BOLEH IKUTAN, LEWAT MILLIS,,,

kemudian dilanjutkan kotak kedua, mengahbisakan jelly yang masih sekotak lgi,,,sambil direkam2 ga jelas gt,,,mulai dari jelly nya, heri terakhir sepatu HESTI, sandel jepit, dan semua ekspresi kita yang kacau,,,akhir kata,,,,eh belon dink,,,baru setengah,,,

dan ketika semuanya bangkit dan harus duduk lagi ketika kau mengabat\rkan baha kaubawa bekal mie goreng dan nasi,,,ahirnya,,,makan siang kami ber6 adalah itu,,,tupperare berisi mie goreng jumbo dan nasi plus tempe dari tempat pecel telor pun beredar berkeliling disertai komen2 yang bener2 ga jelas dan ga banget serta garink bangeth!! ada kata mujarab yang dinobatkan jd kata2 hari itu oleh YUNAR,,,,lupa,,,*apa YUN???* pokoknyaberkaitan dengan mie goreng gitu lah,,,

bis itu ngelipet ponco, RIZAL kelilipan,,,yang dengan susah payah menahan perihnya tu mata,,,hihihihihi,,,yang setelah itu mbuat ajakan yang buat firasat gak enakku tadi menjadikenyataan,,,,,,,,,,

RIZAL : "naek kan???ntar kita muter turun lewat hutan,,,"

TRISA : "iya iya,,,aku mauuuuuuuu,,,"

aku: "hah?"

sisa 3 yang lain : menyambut dengan suka cita,,,,

dan ahirnya dengan menguatkan diri dan dikuatkan olehyang lain dengan sempat mengejek si sendal jepit biru dan celana putihku,,,TxT

naeklah kita ke tebing,,,yang lumayan curam,,,batu2nya warna merah dan kuning,,,sulfur dan ,,,nggg,,,, "tanya saja ke batunya" TRISA pa ya yg bilang ini ke aku,,,,hihihihihihihi

RIZAL di depan, disusul TRISA, aku, HESTI, LATRI trus YUNYUN.,,,semangat membara kita naekin tuh batu2,,,

aku : "hhhhh,,,,hhhh,,,hhhh,,," napasnya abis, jantungnya mompa lebih cepet

yang lain : dengan riang gembira trus menyusuri batu,,,sambil terus meyemangatiku,,,

trus naik, dan naik, sempet kuatir sama asma ku,,,ternyata gapapa kok,,,dan ketika nyampe di track yang terberat, aku malah agakringan melangkah timabang di bawahnya tadi,,, kemudian,,,trus menyusur,,,sampai kita bertemu RANJAU (baca : T4i) hhhhiiiii~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ yang pertama nemuin itu TRISA, yang dibelakang nya aku, RiZAL dll, kita bener2 lewat pinggir jalan, pegangansama pohon,,,secara oh secara tu RANJAU ada di tengah2 trek nya!!!bis itu nemu tempat terbuka,,,dan kita bernapas lega,,,

RIZAL : "lebih dari binatang tu yang ‘naro’ RANJAU disitu,,,"

perjalanan berlanjut,,,dan ahirnya nemu tembok,,,,WE ON THE PEAK OF TANGKUBAN PERAHU,,,yeiiiii!!!!!!!!!!! trus,,,turun lewat hutan,,,ketemu orang2 yang naek lewat hutan *trek yang atunya lagi* trus,,,,aku sempet ngira nyasar,,,karena entah kenapa kita jalan lewat pinggir kawah banget,,,oya sebelumnya, RIZAL bilang abis naek, jalannya datar,,,ternyata,,,,TIDAK!ikz,,,semangat!!!lewat hutan dan semak belukar, turun naek, lewat akar pohn dan diantara2 batu2 atao tanah yang tekikis air,,,poto2???tetep duong,,,,

trek terakhir,,,treak yang sama seperti ketika naek, batu2 kuning danmerah,,hanya sajayang ini menurun,,,ada dua jalan,,,dan aku berpikir jalan yang satunya banyak pasir jadi aku berpikir lewat yang atunya, banyak batu bvesarnya,,,dengan ‘cukup’ hati2 ak berjalan dan melompati batu2 itu,,,sampe ahirnya aku terpeleset,,,ZZZRRRUUUUUUUTTTTTTT,,,!!!tangan kiri di pager kawan, tangan kanan megangin binocular,,,

aku : sambil berdiri,,,,"aku gak papa kok,,,"

TRISA : yang uda duluan,,,"LULUkakinya jempolnya berdarah,,,"

aku : menunduk dan melihat kakiku,,,,ngggiiiiinggg,,,,,kepalaku muter,,,darah ngucur banyak banget dari jempol aku,,,

spontan yang lain *yang uda pada nyampe bawah* langsung naek lagi menghampiri aku yang terluka,,,dan aku terlalu pusing *setelah melihat darah* untuk mendengarkan percakapan mereka,,yang aku tau,,,jempolku dibebet seadanya dan ku tukeran sendal ma RIZAL dan pake kaoskakinya sbelah,,,dan LATRI memapahku turun,,,ampe di tampat informasi solat,,,trus diobatin tu kaki,,,

trus,,,setelah cukup istirahatnya, kitalangsung brangkat pulang,,,*aku sempet beli topi bulu 3 biji,,,yang aku masih bingung untuk sapa ajah,,,* pulang naek angkot,,,mpe ledeng solat trus bareng naek angkot lagi,,,margahayu yang ahirnya aku denganbodohnya mbuat aku dan HESTI salah berhenti padahal kita mau ke DU,,,,

hikmah hari itu,,,,

buat aku,,pengalaman pertama naek gunung *belajar* buat aku melek,,,naek gunung itu gak mudah,,,dan harus bertahap dari gunung yang kecil gak bisa kalo maw langsung ke merapi,,,,*waitz!merapi????kagak salah tou????*

naek gunung itu harus pake sepatu!SEPATU!*waitx,,,aku kira kita cuma piknik dan gak pake acara naek2 segala,,,,*

sehari itu aku gak kawatir sama sekali padahal besoknya uts ABNORMAL,,,=P

pendakian komitmen untuk terus menghidupkan KERABAT yang tidur,,,*tidur zal bukan sekarat,,,,*

YANG GAK IKUTAN NYESEEEEEEEEEEEEELLLLLLLLLLLLLLL DEEEEEEEEEEEHHHHH!!!!!!!!!!!! hihihihihhihihihihji……

sekian cerita saya,,,maaf kalo banak kurangnya,,,terutama untuk hal2 yang saya lupa atao gak tau,,,sok atuh,,,ditambahin ajah yah lewat komen,,,,

marrriiiiiiiiiiiiiiiiiii,,,,,*pulang,,,harus buat tugas TPP*

senin ABNORMAL

November 13th, 2006 by hutaki

mungkin hari senin itu memang hari yang paling ABNOrMAL dari 7 hari yang disediain Tuhan,,,kenapa gak???karena sebagian besar orang senen itu hari keramat,,,mulai awal minggu yang berarti mulai bekerja kembali, mulai menuliz kembali, mulai belajar  lagi, mulai kuliah lagi, dan mulai mulai mulai berkegiatan lagi setelah hari minggu yang biasanya diisi dengan berleha-leha,,,*emang hari minggu gak berkegiatan yah???*

but,,,WE LOVE MONDAY!!!!!!!!!!!!!!!!:-)

jadi,,,iniemang hari ABNORMAL seperti biasanya,,,ditambah lagi ABNORMAL ujian mid gt deh,,,

biasanya hari senen itu dimulai dengan bangun subuh trus solat,,abis itu nyiapin bahan kulyah hari itu,PKK,PD5,ABNORMAL,,,,trus nonton reportase pagi yang isinya rata2 erita kerusuhan sampe bosen,,,*indonesia isinya rusuh mulu!*

tapi hari ini beda,,,rutinitas diatas itu gak berjalan,,,yang ada aku bangun jam setengah empat, maksud hati maw belajar ABNORMAL *setelah semalem tewas dengan sukses dan gak kebangunbelajar,,,siangnya,,,naek gunung,,,*

malah tidur lagi dan nunggu azan subuh trus solat,,,nis solat tuh ya,,,harusnya sih bisa belajar,,,tapi yang terjadi adalah merem-belajar-merem-merem-merem-tidir-kaget-bangun-belajar (5menit)-merem-merem-merem,,,,

hihihihihihihi,,,,,

truz ya,,,haruanya sih kulyah PKK tapi bolos,,,minta TAin,yang diminta tolong lupa!plus tadi tuh gak ada dosennya gt katanya!!!busyet dah bo’,,,,!!

belajar tu ye,,,,jam setengah tujuan itu baru konsen belajarnya,,,yah,,,wlau satu jam kemudian harus merem lagi mpe setengah jam kemudian,,,hihihihihi

trus siap2 jam setengah sembilanan, mandi *iyalah*, pake baju *iyalah*, trus ngobatin luka jempol satu setengah senti luka,,,*oleh2 kemaren,,,* ngeprint bahan truz caw ke kampus,,,di kampus sebelum mulay kulyah dan sampe pulang,,,selalu deh ya,,,dibego2-in gara2 kejadian kemaren di tangkuban *baca blog tentang kemaren*,,,hikz,,,hikz,,,,hikz,,,,,aku gak kapok kok hes,,,walau harus berjpit2 ria lagiy,,,,*wakakakakakakaakakakk,,,*

kulyah pertama hari ini*harusnya PKK* PD5 ngoreksi SSCT yang bener2 open norm,,,TxT *berjuanglah kawan,,,*v(^,^)/

fiuh,,,ahirnya setelah lama menunggu bang hatta yang setia dengan ajaran pancasilanya,,,masuk juga dah tu kelas PD5 yang telat ampir 1 satengah jam gt ya???kira2 lah yah,,,

trus,,,selese nya jam 2,,,dan dengan diplomatisnya keluar lah berita,,,UTS mulai jam 3 yah!bukan,,bukan,,,bukan PD5 tapi kulyah ABNORMAL *yang biasanya sampe jam 6 sore* memang mau UTS hari ini,,,

yah,,,dengan bekal belajar yang tidak seberapa dan tidak seberapa untuk niat belajar,,,^^;; istirahatlah aku dengan santai, solat trus makan mie rebus,,,trus,,,baru balik ke kelas yang 15 menit lagi tu ujian bakal start,,,hihihihihih

ujian dimulai,,,dengan bekal belajar seadannya, baca soal *yang entah taun kapan tapi selalu bisa membantu* seadanya, aku mulai bismillah dan mengerjakan tu soal2 ABNORMAL

trus,,,keluar sebagai nomor 3,,,dengan pikiran,,,lumayanlah untuk orang yang kemaren seharian brsenang2 di tangkuban dan belajar seadanya dan baca soal seadanya juga,,,hihihihihihihi

trus,,pulang tari tas langsung kewarnet,,,hehehehe,,,,bis in maw pulang trus ngerjain TPP konsep diri tapi maw makan dulu,,,

hikmah hari ini : jangan pernah belajar seadanya,,,walau hasilnya pasti sadanya juga,,,pasti pengen yang lebih,,,*yuuuuu mariiiiiiiii,,,,,*

10 november,,,

November 10th, 2006 by hutaki

hari apa sih ini?jumat, tanggal berapa??? 10 november,,,,

itu adalah pertanyaan yang biasa gue ajuin sama temen sebelah duduk di kelas *siapapun dia*,,,dan entah yah,,,hari ini tu keinget apa gt,,,,*banyak siy,,,,*

keingat my luphly man gara2 qta lg brantem? *ya gt brantem?* gak tuh,,,

keingat duit yang nipis padahal bsok maw ke dokter gigi lagi? gak juga,,,

dan,,,,10 november,,,hari pahlawan,,,,iyang dulu tiap taunnya pasti jadi petugas upacara trus upacara deh di lapangan sekolah tercinta *sekolahnya bukan lapangannya*,maw dari sd mpe sma jg,,,,

huuummm,,,sekarang udah kulyah dan tempat nya segede2 apa juga plus punya lapangan sgede2 apa juga kagak pernah tuh upacara lagi,,,,padahal upacara itu mnyenangkan lho,,,*panas siy,,,* soalnya upacara itu waktuny kita gabung dengan kelas laen dan betegur sapa,,,,hehehehee,,,,*scara kelas gue selalu antah berantah gt tempatnya,,,palagi sma*

eh,,,bkan upacaranya,,,makna hri pahlawan itu sendiri lowh,,,,kayaknya anak indonesia jaman sekarang tu ya bisa diitung pake jari *tangan dan kaki* yang masih meresapi nilai2 perjuangan kakek2 mbah2 dan uyut2 kita jaman baheula ituh,,,gmana gak???? hasil perjuangan mereka sekarang itu yah,,kadang suka digunain secara semena2 olah generasi muda indonesia,,,,*perlu nie disbut atu2???ga usalah,,,rahasia umum kok,,,* lagian kalo disebutin juga menambah daftar keburukan gebnerasi muda,,,hikz,,,,secara, im part of them!

indonesia,indonesia,,,*geleng2 ala kakek2 yang marahin cucunya* kok bisa jadi begini ya?? semua serba gak pasti yang pasti ya ketidak pastian itu sendiri,,,*nah lho,,,,filsafat lagieh,,,* maw jadi apa kamu nak,,,,bangsa besar yang mengerdil karena ketidak mampuan,,,bukan tidak mampu,,,,ketidak mauan segenap *gak semua sih* bangsanya yang tidak mau berubah,,,bangsa yang konservatif,,,,ikz,,,,

padahal tuh ya masih banyak tuh yang harus dibenahin,,,,yang atu masalah lum beres,,,yang masalahnya nyusul ada 5 an,,,busyet,,,,bener2 jadi negara bermasalah nie,,,padahal indonesia kan bangsa besar,,,orangnya banyak,,,tapi gak bisa diberdayakan,,,ikz,,,,nasib nasib,,,,kasian kamu indonesia,,,,

balik ke hari pahlawan,,,,hueeeeeeeeeee,,,,,,gua pengen belajar sejarah lagi *pak untung,,,history teacher di smp kuwh,,,* ngerasain lagi bangga jadi bangsa besar yang elok dan kekayaan yang melimpah, merasakan bangsa yang diperjuangkan sampai tetes darah terakhir dari orang-orang yang patut menyandang ‘pahlawan’ *bahkan yang unnamed sekalipun*

pahlawan,,,,bagi gue sendiri itu merupakan istilah yang sangat sulit untuk didefinisikan,,,gampang sih,,,karena PPKN dulu mengajarkan pahlawan =orang yang rela berkorban bagi bangsa dan negara….

masih kah itu berlaku sekarang??

so,,,,,,,,,,???????????pahlawan???yang mana sih yang patut disebut pahlawan?

Minngu senin selasa rabu kamis

November 3rd, 2006 by hutaki

minggu,,,,back to peradaban,,,setelah di bis semaleman yang biasanya jadi putri tidur dibis malah gak tidur masekali,,,,T,T

nyampe bandung naek taxi pulang ke jatinangor behubung tu yg namanya oleh2 banyak yg pesn, dan dengan baik hatinya si ibu bungkusinnya mpe 2 kardus,,,(!!!)

di jatinangor,,,eh bukan,,,perjalanan di taxi,,,udara pagi bandung,,,cahem,ujung berung terus mpe depan bri kosan tercinta,,,walah,,,hesti sudah menunggu buwat bantu2 bawa barang masuk kedalam,,,,hehehe *tengkyu pisan mbak!*

trus,,,ngobrol ngalor ngidul crita gak jlas *ga inget tepatnya*, kepaun pengen sarapan ikan malah dapet sate sapi *nyam*

trus siangnya ke salon *ahirnya facial!!!!!!!!* dilanjutkan ke jatoz blanja2 bulanan,,,,[hari hedon sedunia,,,abis 300 lebih,,,ikz,,,T,T]>> yuuu mariii,,,malemnya kelaperan,,,semua makanan lum ada yg buka, yg buka pada abizzzzzzz,,,,,,,,,,,,,,,

senin, kulyah,,,aaaaaaaaaaaaaaaaaaargh,,,,beharap bang hata tercinta lupa dan kami kembali pulang ke kosan dan melanjutkan tidur panjang,,,,masi susah cari makan nie,,,

selasa,,,upt,,,periksa gigi,,,behubung mw  make behel *yang rencananya uda dari jaman esempe!*,,,ahirnya ge ngerasain tu yang namanya nyetak gigi,,,busyet sumpah,,,copot tuh gigi aye berasenye,,,hiiiii~~~~ tapi…lucu juga….^^;

kuliah TPP,,,jam 3 sore,,ikz,,kenapa sich jadwalnya sekejam inih???

rabu,,,,bete bosen najis jijay,,,hoexxxxxxxx,,,,ga ada alasan yang tepat kenapa hari ini bisa kaya gt,,,,,T,T tapi,,,ahirnya,,,,bosan hilang uang melayang = JATOZZZ

huahaaahahahahahahah,,,hedon lagi dech!!!>>>mas,,,maaf kan aku ya,boroz banget jadi istri,,,,*wakakakakak,,,istrinya sapa sekh???kawin juga belon!*

kamis,,,,tidur dikosan,,,bolos,,,ternyata gak da dosen!kerjain PD 5 berez dunk *alhamdulillah* hesti dudulz,,,"ptanyaan bodoh sich,,,kok kompor gue gak idup ya???" meluncurlah diriku ke pondok dara1,,,fact : ga ada bunyi ‘tek’ kompor ga idup!! >>>>>pelajaran hari ini sebagai calon ibu di rumah tangga,,,,

JUmat,,,kulyah seperti biasa ditambah tugas yang subhanallah ya,,,dosen aku rajin semua!!*buanyak buangeddddd!!!!* tapi PST ga ada,,,,berkah buwat PD7,,,,tapi kok malah molor ya????walhasil ngerjain pd7 mulainya jam 1/2 8 malem!!!*busyeeeeeeeeeeeeeeeeeettttt,,,,*

and the end is the end,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,T,T

uda ah,,,ke kampus, kumpulin pd7!

cerita liburannya ntar ajah,,,kalo ke warnet lagih,,,,wakakakakakkakakakak

=P

nb:buat maskuw sayank,,,,DITUNGGU GAK PAKE LAMA!!!*banyak lho daftar listnya, dari jengukin, ambil makanan, sampe khitbah dan nyekolahin anak!* >>>>>>>>>gya gya gya gya gya gya,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

me, usual

November 3rd, 2006 by hutaki

fiuuuhhh,,,,balik liburan dan udah hampir seminggu lagi di negri jatinangor peradaban manusia-manusia yang (katanya) intelektual. oh, jatinangor, hanya meninggalkan mu seminggu, negri kaum (katanya)intelektual, emang tidak berharap banyak terjadi perubahan. kosan aku yang begitu2 ajah,,,panas menyengat ga jauh beda ame kampung halaman yang masih asri (hlaman rumah gue lho,,,)hahahahaha

kecuali tokonya yang belum buka dan tiap hari harus menjwab ptnyaan"sabsub lum buka ya?" … kirain aye nyang pnya toko kali yeee…???

trus,,,jalanan dan rumah atau kostan yang gak beraturan asal bangun ada untung,,,(bisnis kosan, awalnya abis banyak, bertahun2 menghasilkan berpuluhpuluh lipat kali lbh banyak)

jatos oh jatos,,,maceeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttt!!!!tapi isinya lumayan lah,,,mengusir bete saat datang tidak diinginkan…bete hilang uang melayang,,,hahahahaha….

kampus oh kampus,,,,sama ajah seperti waktu aku tinggalin hari kamis dua minggu yang lalu,,,lobi yang (masih)berantakan dan plaba batu yang makin panas ajah buat dijadiin tempat nongkrong (ga boker kok!) ^^;

dan kebiasaan nulis blog ku yang selalu dirapel krena jadi jarang ke warnet oleh tugas2 yang numpuk dan literatur yang bisa dibilang lengkap membuatku enggan untuk berjalan kepangdam atau nggocek 1000 naek angkot dan mengunjungi rezanik (d’most fastest i think) jadi,,,maap2 aje nie yang suka baca blog aye,,,

(emang ada ya???) >>>ada dudulz,,,siapah?siapah?siapah?tapi komennya kagak nambah,,,hahahahahah

dibaca doank sich yak???

fiuuuuhhhh,,,mulainya dari hari ni aja deh,,,baru mundur,,,

jadi gni, pagi ini harusnya da kulyah pd7 yg owhmaigoat,,,tugas observ film yang buat gue cuma tidur 2 jam saj atadi malam!dan jeng,,,jeng,,,nyampe kampus, ngumpulnya diundur jadi jam11 bukan jam8!!!*aaaanjrotz,,,*

yah,,,belapang dada deh,,,ke rezanik setelah kayaknya sebulan sih ga ol,,,,euheuheuheuheuheuheuhee,,,

wes wes,,,,maw ke kampus lagih abiz inih ngumpul tugas pd7 sekalian makan2 halal bi halal dikampus,,,,*gratiiiiiiiiizzzzzzzzzzzzz*

trus masih nunggu toe satu lagi,,, PKK,,,T,T

fewh,,,,bismilah deh,,,,untung abnorma sama PD5 udahan,,,gya gya gya gya,,,,,!!!!^^;