presidium…
sesuatu yang tertunda pada pergantian kepengurusan taunlalu
bukan obsesi, hanya menunaikan niat yang belum selesai ditunaikan
untuk membuat fapsi lebih baik
oya???
taun lalu, ngajuin diri jadi presidium, tapi ga jadi karena suaranya terlalu berharga karena saya adalah seorang wakil mahasiswa yang duduk di lembaga legislatif kema fapsi unpad.
cape deeee…
sebenernya saya merasakan hal lain, saya masih terlalu muda untuk bisa mengerti dinamika politik kampus yang keras..
iya gt???
bilang saja kalau saya masih terlalu anak2 dan kompulsif untuk menjadi seorang pemimpin
kamu yakin??
mungkin…
mereka hanya melihat outside saya…
taun ini, keinginan itu timbul lagi, tapi itu murni untuk membantu sidang agar tidak berlama2 denganpemilihan presidium.
dari keinginan untuk mencalonkan diri, tenggelam,
karena banyaknya orang-orang lain yang mencalonkan orang-orang yang lain lagi
bukan dirinya
saya tidak mengerti
ada apa dengan orang-orang itu
sampai…
"saya mencalonkan lulu" itu keluar ke permukaan…
mengapa? saya tidak mengerti
saya sudah diam dan tidak ingin mencalonkan diri
tidak bisakah kalian amembaca itu?
sampai akhirnya saya yang terakhir untuk menyatakan kesediaan, tetap dua orang yang baru maw jadi presidium
mengapa?
beratkah?
sulitkah?
bukankah mereka diharapkan oleh yang mencalonkan?
akhirnya persetujuan itu keluar dari mulut saya
tiga orang yang bersedia
lobying dilakukan…
mengapa?
bukankah sudah tiga?
perlu lobi lagi?
memperlama durasi sidang menurut saya
oh…
pasti tidak percaya dengan yang sudah bersedia
saya mungkin…
aura orang-orang yang bakal under estimate diri saya itu begitu kental, berat rasanya kalau maw melanjutkan perjuangan ini…
huuufff…
bolehkah saya mencabut pernyataan saya??
tidak!
karena hasil lobying nihil!
brengsek!
saya hanya maw membantu agar banyak calon lain yang muncul!
keraguan atas pengaharapan yang tidak setuju dengan saya
darimana kamu tau mereka tidak setuju?
nonverbal dan pandangan mereka yang meremehkan saya yang membuat saya yakin untuk meragukan kesetujuan saja.
daripada keberadaan saya menghancurkan apa yang sudah dibangun oleh mereka yang hebat itu (dan mungkin meremehkan saya atau tidak suka pada saya)
saya meragukan kemajuan saya.
boleh boleh sajakan?
sampai akhirnya presidium 2 itu ditetapkan oleh SK pertama MM3 kema fapsi
ironis melihatnya….
mengapa ya saya bisa merasakan itu?
saya tau saya tidak hebat
saya tau saya emosional
saya tau saya kompulsif
oya?
benarkah saya seperti itu?
saya sendiri merasa tidak seperti itu
saya sering juga tidak seperti itu
apa saya….
huuumm…
yang jelas pandangan "kok elo sie presidiumnya?"
ketika mereka mengucapkan "selamat ya bu presidium 2"
oke…
ga masalah, yang penting saya sudah berdiri disini.
maw apalagi?
atau bolehkah saya mengundurkan diri?
mereka pasti akan bertanya "kenapa?kenapa?"
mungkin itu yang mereka inginkan sebetulnya benarkah??
oyah…tugas presidium,
bukan tugas yang mudah…
bagaimana ya???
membingungkan…
mungkin bukan tugas yang bisa dikerjakan semua orang..
mungkin itu bisa saya lakukan
karena saya sudah berdiri sebgai presidium 2
dan saya akan tetap berdiri
sebagai diri saya apa adanya
terserah…
saya sudah tidak bisa mundur
benarkah??