Archive for September, 2006

hikz,,,,KESAAAAAAALLL!!!!

Saturday, September 9th, 2006

duuuhhh,,,,

kenapa siy? dia harus muncul ketika hatiku udah tetap untuk seseorang,,,yah walaupun penuh dengan kata2 pesimis,,,tetep ajah, berarti kan dulu dia mengharapkan dengan sepenuh hati *mungkin*

tapi tetep aja,,,kenapa gak pernah mau bilang,,,sangka dia, gue esper yang bisa baca pikirannya???

owh,,,please deh,,,gue bukan dewa! lo harus liat kenyataan itu,,,!!!

hikz,,,dia emang bodoh!berkali2 aku bilang jangan dipendam, katakan saja, kenapa sih gak pernah mau nurutin omongonku??

kamu emang bodoh! kamu tau itu??? BODOH!BODOH!BODOH!BODOH! tapi dulu si bodoh ini yang mengisi hidupku, yang membuatku tertawa, yang menyenangkanku,,,ARRRRRGGGGHHHHHH,,,,

tapi, kalau seperti itu,,mungkin aku gak ketemu sama dia yang sekarang,,,makasih juga sich! tapi,,,tetep aja tuch masih ada yang ganjel! kamu juga gak?

terkadang manusia itu memang bodoh,,,dan penyesalan itu selalu ditaro belakangan,,,tapi kali ini, aku tidak akan mengeluarkan penyesalan itu,,,karena dengan penyesalan itu, apa yang udah ada padaku bisa pergi begitu saja seperti burung yang dilepas dar isangkar,,,aku tidak mau berkorban sebesar itu untuk masa lalu yang masih abu2 walaupun namanya sudah masa lalu,,,huuuummmm,,,,

baikkah?

yah,,yang bisa aku lakukan sekarang adalah berdoa semoga yang aku dapatkan sekarang adalah yang lebih baik dari masa lalu yang terus kembali saat gak ‘diharapkan’!!

yuph!aku udah mutusin,,,akan meninggalkan masa lalu itu, sapa suruh dia jadi orang bodoh? sapa suruh dia tidak menunjukkan maksudnya,-mungkin aku yang tidak bisa menangkap maksudnya dengan baik-,?

tapi, seharusnya dia tau dari dulu kalau aku selalu berusaha menyenangkan nya, jadi,,yang salah?huuummm,,,,aku tidak berpikir diriku yang salah lho! yang lain,,,terserah deh,,,

oya, atu lagi, ternyata orang dalam mimpiku *yang selama ini kukira kamu* ternyata adalah sang ‘acolyte’ yang telah menyembuhkan ku,,,

tapi,,,terima kasih ya,,,kamu pernah jadi bagian dari hidupku, dan selamanya tetap begitu, menjadi bagian hidupku (yang lain) ^^;

yang penting,,,,sekarang, adalah bagaimana menjaga harta karun yang udah ada di tangan, gimana caranya biar gak diambil orang lain,,,

ugh,,,yoshiotto!!!^^; akan kujaga dengan sepenuh jiwa raga deh,,,,insya allah aku janji,,,,yak,kamu yang disana,,,tetaplah percaya pada ku ya!aku gak akan kemana2 kok,,,,=D

keluarkan tenaga terbesarmu,,,,eeeeerrrrrmmmmmggghhhh!!!!brooootttt,,,,*ups,,,* ^-^;;

INSPIRING FOR COMPLECATED FEELING *full of BULL SHIT!!*

Saturday, September 9th, 2006

lagi-lagi, butir bening ini menetes,,,

kenapa harus menetes lagi? belum habiskah air mata ini untuknya? sampai berapa banyak?

mantan kekasih yang hilang datang
ungkapkan besarnya penyesalan
bagaimana dia menghancurkan aku
percayalah kau tak aku sesali

kau wanita (pria) menghantui langkahmu
bagaimana mungkin jika itu pilihanmu
disini tak lagi jadi rumahmu

relakanlah semua
berakhirlah sudah
dan biarkan bintang
menuntunmu pulang
(mantan kekasih-507)

dan ketika semua memories itu berkelebat di depanku bagai potongan-potongan film yang melambat? pernahkah kau juga merasakannya? perasaan itu, dahulu, ketika bersama ku?

Kiranya ku tak perlu meragu
Harusnya kupercaya cintamu
Maafkan .. kuterbuai harum dunia
Bertanya mengapa harus terjadi
Mengoyak ukiran janji hati
Maafkan .. kuterlena wangi dunia

Ternyata mimpiku
Hanya inginkan kasihmu
Hanya inginkan cintamu
Ternyata mimpiku
Hanya ingin bersamamu
Hanya ingin menyayangmu

Terendap sesalku sejenak lupakan dirimu
Ku tak ingin lagi berlari meninggalkanmu

(ternyata mimpiku-naff)

lagi, aku bermimpi tentang masa lalu, mimpi burukkah?karena aku selalu melihat kita tertawa di dalamnya?

Tiadakah engkau sadari
Betapa jauhnya langkah kita
Dan haripun terus berganti
Tuai usia matangkan rasa
Tuk jalani cinta
Tlah terukir semua janji
Dan terbingkai semua mimpi-mimpi
Yakinkan yang tlah terbina
Lewati duka lewati tawa
Dan kejamnya dunia
Haruskah kau pergi tinggalkanku sendiri
Haruskah kau lari rapuhkan angan dan mimpi

Ooo .. ooo
Jangan engkau berpaling
Ooo .. ooo
Tlah terendap cintamu disini
Ooo .. ooo
Tepiskan beda yang datang
Karna hanya cinta yang mampu satukan kita

(haruskah-naff)

dan ketika semua mimpi ku memudar, aku semakin tidak mengerti, karena kau menjauhkan diri dari ku..salahku kah? aku gak pernah tau,,,

dan ketika kita semakin jauh,,,aku,,,

Resah jiwaku menepi
Mengingat semuanya yang terlewati
Saat kau masih
Ada di sisi
Mendekapku dalam hangatnya cintamu
Lambat sang waktu berganti
Endapkan laraku di sini
Coba tuk lupakan
Bayangan dirimu
Yang selalu saja memaksaku tuk merindumu

Sekian lama, aku mencoba
Menepikan diriku
Di redupnya hatiku
Letih menahan
Perih yang kurasakan
Walau ku tahu
Ku masih mendambamu

Lambat sang waktu berganti
Endapkan laraku di sini
Coba tuk lupakan
Bayangan dirimu
Yang selalu saja memaksaku tuk merindumu

Lihatlah aku di sini
Melawan kecilnya takdirku sendiri
Tembangmu…aku lemah dan tiada berarti…

(terendap laraku-naff)

sekarang,,,

lihat!kau selalu dengan tidak sengaja,-atau tanpa kau sadari?, kau memanggil hati kukembali,,,

kurasa kau tahu bagaimana hatiku sekarang,,,hatiku yang penuh luka, yang sembuh,-mungkin belum-, dengan payah,,,dan aku telah membayarnya dengan memberikan hatiku pada penyelamatku,,,

tapi,,,hatiku tetap meronta ketika kau memanggilnya,

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

tak bisa ku tahan laju alir
untuk semua kenangan yang berlalu
hembuskan sepi
merobek hati

meski raga ini tak lagi milikmu
namun di dalam hatiku sungguh engkau hidup
entah sampai kapan
ku tahankan rasa cinta ini

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

dan ku berharap semua ini
bukan kekeliruan seperti yang kukira
seumur hidupku
akan menjadi doa untukmu

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

andai saja waktu bisa terulang kembali
akan kuserahkan hidupku di sisimu
namun ku tahu itu takkan mungkin terjadi
rasa ini menyiksaku
sungguh sungguh menyiksaku

jauh di lubuk hatiku
masih terukir namamu
jauh di dasar jiwaku
engkau masih kekasihku

(engkau masih kekasihku-naff)

baikkah itu? aku tidak tau,,,aku tidak bisa memastikan hatiku sendiri dalam keadaan seperti apa sekarang,,,

dan aku selalu berpikir,,,

sekarang,,,kenapa tidak kau katakan saja,,,bahwa kau menginginkan hatiku sejak dlu? mungkin aku bisa tersenyum sepenuh jiwa dan ragaku dan berkata,,,

akhirnya ku menemukanmu
saat hati ini mulai meragu
akhirnya ku menemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh

ku berharap engkau lah
jawaban sgala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau di sampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku

akhirnya ku menemukanmu
saat hati ini mulai meragu
akhirnya ku menemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh

(akhirnya ku menemukanmu-naff)

tapi,,,maaf, kata-kata itu telah kuucapkan kepada orang lain, orang lain yang menerima hatiku yang penuh luka, orang yang menyembuhkan ku,,,

Tak pernah kuingin kau bersedih
Tak pernah kuingin engkau menangis
Namun harus kukatakan kepadamu
Tentang apa yang kurasa
Baiknya kau melepas diriku
Yang tak pernah bisa mencintaimu
Seharusnya tak kusimpan iba ini
Dan membuatmu terluka

reff :
Maafkanlah diriku
Yang telah melukai perasaanmu
Maafkanlah salahku
Semoga kau mengerti
Cobalah pahami dengan nurani
Tak mungkin kau dan aku
Kan bersatu dalam cinta
Maafkanlah diriku
Yang telah melukai perasaanmu
Maafkanlah salahku
Semoga engkau dapat memaafkanku

Baiknya kau melepas diriku
Yang tak pernah bisa mencintaimu

(yang tak pernah bisa mencintaimu-naff)

mungkin lebih baik kau katakan itu padaku sejak awal,,,atau haruskah aku yang mengatakan itu padamu sekarang?

yang aku tau,,,kenyataan manapun, akan sama menyakitkan,,dan perihnya akan terasa kembali,,,

lalu? apa yang akan kau lakukan?

ano hito “sekali lagi”

Wednesday, September 6th, 2006

"sekali lagi"

ano hito,,,

berdiri menunggumu, dengan berharap,,

biarkan aku melihat mu, walau dari kejauhan,,,

biarkan aku mendengarkan suaramu, walau bukan langsung dari mulutmu,,,

ano hito,,,

biarkan aku menyentuh tanganmu,,,

sekedar mengucapkan terima kasih,,,

berdiri dengan masih memegang janji,,

bolehkah?

tapi, dimana kamu?

dimana aku bisa menemui mu? kapan bertemu lagi?

kau pun menjawab, "aku tidak tau"

bahkan ketika sakura gugur pun aku tidak bisa memenuhi janji,,,

ano hito,,,

dinding itu masih ada, tidak ingat kapan adanya

tapi aku hanya berdoa dari balik sini agar ketika dinding itu runtuh,,,

aku bisa menemukan mu di baliknya,,

dan kau akan memanggil namaku seperti biasa.

dan sampai sakura berbunga kembali, aku masih bersama janjiku,,

dengan perasaan yang lain, sebagai seseorang yang bisa kau panggil "sahabatku"

sebuah surat yang sudah lama ku nanti

Wednesday, September 6th, 2006

huuummm,,,malam yang amat tak disangka, dapet sebuah mssg dari seorang teman lama *yakah?bukankah teman akan selalu jadi teman tidak peduli kapan waktu berkenalan?*

tapi yang jelas, surat yang semapat membuat ku menitikkan sedikit air asin *ugh,,,* dari jendela dunia ku ini memang sudah ku nantikan datangnya sejak lama,,,

"Udah lama, ya? Sorry, waktu tanggal 16 Agustus kemarin gua nggak sempet ngucapin "Selamat Ulang Tahun". Telat banget, yah…. gua bukannya lupa, sih…. Gua malah inget banget. Tapi, apa boleh buat. Gua nggak ada waktu ke warnet karena gua harus mempersiapkan diri utk ke Jepang pas tanggal 17 Agustus-nya. Sorry, ya….

Hei, lu udah punya calon suami? Gua baru tau sekarang pas nulis surat ini. Asyik, nih…. kalau beneran bakal nikah, jgn lupa kasih tau gua, oke! Terus, no HP lu berapa, sih? Lu ganti no lagi, ya? Waktu itu gua nggak bisa telpon lu, sih….

Hm… maaf, nih… gua cuma kasih saran sedikit. Kalau lu udah pake jilbab — sebenarnya yang tak pakaipun sama — jangan foto peluk-pelukan ama orang lain, dong…. Apalagi ama cowok… biarpun dia suami lu sendiri. Kan nggak enak dilihat. Maaf, ya… kalau mungkin gua menyinggung perasaan lu. Tapi, gua pikir gua harus kasih tau ini karena seburuk-buruknya gua, gua masih memerhatikan teman gua sendiri. Ngerti maksud gua, ya!

Hm… apa lagi, ya…. Ah, kalau udah jadi psikolog, jangan pasang tarif mahal buat gua. Hehehe… gua merasa gua tetap butuh seorang psikolog buat ngebantu jiwa gua sendiri. Man… gua nggak mau jadi seorang "Billy".

Terus… masih banyak hal yang mau gua ceritain, sih…. Tapi, kayaknya mulai sekarang udah nggak mungkin lagi. gua nggak tau kapan lagi gua bisa nulis surat buat lu. bisa aja besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, bahkan mungkin nggak pernah lagi. Maaf, ya…. Tapi, tetap aja, gua nggak pernah mengharap ini surat terakhir gua.

Apakah lu bakal bales surat ini? Entahlah…. Atau malah… apa lu bakal baca surat ini? Entahlah…. Maaf, ya…. Selama ini gua sering ngerepotin lu. Gua juga sering ngebuat lu nggak enak hati. Maaf, ya…. Sekalian, gua harus berterima kasih ama lu. Gua sudah sangat senang karena lu mau denger berbagai keluhan gua yang nggak penting itu. Thanks, ya….

Mungkin itu aja, deh. Gua mulai bingung mau nulis apa lagi. Bye…. Kalau ada kesempatan, mungkin kita akan ketemu lagi. Entah di mana…."

aku seneng banget ternyata praduga ku tentang dirinya selama ini sebagian besar salah dan sebagian besar nya lagi benar,,,hanya karena tidak pernah mengobrol ‘mendalam’ selama beratus2 hari tidak menjadikan seseorang itu tidak mengenal orang lain, hanya saja bagimana cara mengkomunikasikan praduga itu agar tidak menjadi suatu missunderstanding,,,

sayonara teman,,,

sampai waktu mempertemukankita kembali dala tali silaturahmi yang lain,,,yang lebih baik,,,amien,,,